Apa itu Meningitis Streptococcus Suis (MSS) ?
Penyakit meningitis strepcoccus suis atau MSS adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus sp., yang menyebabkan radang selaput otak (meningitis). Penyakit MSS bersifat zoonosis atau dapat menular dari hewan ke manusia dan sebagian besar disebabkan oleh paparan terhadap babi dan produk babi yang terinfeksi. Bakteri Streptococcus sp. menyebar di dalam tubuh babi melalui peredaran darah (septikemia) yang memicu peradangan di seluruh tubuh diantaranya peradangan pada persendian (poliartritis) dan peradangan pada selaput otak (meningitis).
Meningitis bakteri termasuk infeksi yang berat dengan morbiditas dan mortalitas yang masih tinggi dan termasuk dalam kegawat-daruratan dibidang neurologi. Angka kematian kasus meningitis babi berkisar antara 2,6 hingga 63% pada pasien yang disertai dengan syok septik.
Penularan bakteri Streptococcus Suis pada manusia terjadi melalui kontak langsung dengan babi dan produk olahannya, misalnya pada peternak babi, pekerja rumah potong hewan, orang yang mengangkut babi, dan tukang daging, biasanya terinfeksi melalui kulit yang terluka atau terinfeksi. Selain itu mengkonsumsi produk babi termasuk darah babi mentah juga disebutkan sebagai faktor risiko utama tertular bakteri Streptococcus Suis.
Bagaimana gejala apabila manusia terinfeksi Meningitis Streptococcus Suis (MSS) ?
| 1. | Sakit kepala |
| 2. | Febris |
| 3. | Mual-muntah disertai dengan tanda rangsangan meningeal dengan onset penyakit ini sekitar 2-5 hari |
| 4. | Gejala yang paling menonjol dan sering dilaporkan adalah adanya gangguan pendengaran |
Tapi jangan khawatir, Meningitis Streptococcus Suis (MSS) dapat dicegah dengan beberapa cara, yaitu :
| 1. | Memberikan vaksinasi kepada babi ternak yang dipelihara terbukti efektif dalam mengurangi tingkat infeksi pada babi dan penularan kepada manusia. |
| 2. | Perhatikan kebersihan diri dan lingkungan pada orang yang sering kontak dengan babi atau menangani daging babi |
| 3. | Penggunaan sarung tangan yang konsisten dan mencuci tangan terutama pada orang-orang yang menangani babi hidup dan bangkai babi, seperti peternak babi, pekerja rumah potong, dan dokter hewan. |
| 4. | Tutup luka terbuka dengan penutup luka anti air. |
| 5. | Konsumsi daging babi mentah atau setengah matang harus dihindari, terutama di negara-negara endemik dan ketika ada wabah di peternakan babi. |
| 6. | Masak daging babi dengan suhu minimal 70 derajat C. |
| 7. | Jauhkan daging babi mentah terpisah dari makanan yang dimasak lainnya. |

















